Thursday, September 5, 2019

CARA MEMIMPIN IBADAT HARI MINGGU BIASA TANPA IMAM (BUKU BARU) 2020

1. PERSIAPAN (berdiri)
Para petugas hendaknya mempersiapkan diri disakristi atau ruang khusus. Sebelum perarakan, pemimpin atau pemandu ibadat memimpin doa bersama peserta perarakan. Ketika hendak memulai perarakan, pemimpin atau pemandu berkata " PENOLONG KITA IALAH TUHAN ", yang lain menjawab " YANG MENJADIKAN LANGIT DAN BUMI ".

2. PERARAKAN MASUK (berdiri)

Urutan perarakan masuk: Para pelayan, kemudian diikuti oleh pemimpin / pemandu ibadat. Setelah tiba didepan altar, para petugas membungkuk khidmat atau berlutut apabila ada sakramen Mahakudus, kemudian pergi ke tempat duduknya masing-masing

3. LAGU PEMBUKAAN (berdiri)

Lagu pembukaan digunakan untuk membuka ibadat, mempersatukan umat, menyambut tema ibadat, dan mengiring masuknya petugas, Pemimpin / pemandu Ibadat. Hendaknya lagu dinyayikan bersama-sama

4. TANDA SALIB (berdiri)

Pemandu/Pengantar (P1) dari tempat duduknya menandai diri dengan tanda salib; demikian juga umat, sambil berkata/bernyayi:
o    P1:   Dalam nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus

o    U  :   Amin

5. SALAM PEMBUKA (berdiri)

Pemandu/Pengantar (P1) mengucapkan/menyayikan salam berikut dengan tangan tertutup:
o    P1:   Semoga kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, cinta kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus beserta kita….

o    U  :   Sekarang dan Selama-lamanya

6. KATA PEMBUKA (berdiri)

o    P2:   Lihat Di Buku Ibadat

7. DOA TOBAT (berdiri)

Sesudah kata pembuka, (P1) mengajak umat untuk menyesali, dan mengakui dosa dengan salah satu dengan rumusan berikut ini:
o   P1:   Saudara saudari, dihadapan Tuhan yang kini hadir ditengah kita, marilah menyesali dan mengakui segala dosa, serta memohon ampun atas segala kekurangan kita supaya pantas bertemu dengan dia dan layak merayakan sabda penyelamatannya.
Hening Sejenak
o    P1:   Saya mengaku……………
o    U  :   kepada Allah yang maha kuasa dan kepada saudara sekalian, bahwa saya telah berdosa dengan pikiran dan perkataan, dengan perbuatan dan kelalaian.
Sambil menepuk dada 3 X mengucapkan:
Saya berdosa, saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu saya mohon kepada Santa Perawan Maria, kepada para malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian, supaya mendoakan saya pada Allah, Tuhan kita.
Dengan tangan terkatup P1 memohonkan absolusi dengan berkata:
o   P1:   Semoga Allah memandang dan memperhatikan kita. Semoga la menunjukkan kerelaan hati-Nya serta memberikan pengampunan dosa dan damai sejahtera kepada kita.
o    U  :   Amin.

8. TUHAN KASIHANILAH KAMI (berlutut/berdiri)

 (Diucapkan atau Dinyayikan) berikut dinyayikan dapat diambil dari buku Madah bakti No. 177 s/d 191

9. MADAH KEMULIAAN (berdiri)

Madah kemuliaan diucapkan atau dilagukan sesuai dengan ibadat dan tingkatan perayaan, yang diawali oleh (P1) atau seorang solis. (Masa Adven dan Prapaskah Tidak diucapkan/dinyayikan)
Apabila tuhan kasihanilah dinyayikan, maka madah kemuliaan dinyayikan sebagai berikut:
o    P1:   Kemuliaan kepada Allah di surga....

Dapat diambil dari buku Madah bakti No. 192 s/d 207

 

10. DOA PEMBUKAAN (berdiri)

Tangan P1 terkatub
  Lihat Di Buku Ibadat
o     P1:   Marilah berdoa...

11. AJAKAN (berdiri)

Sebelum Lektor dan P2 menbaca bacaan, P1 atau salah seorang penyayi membawakan lagu berikut dan dilanjutkan oleh seluruh umat

o   P1:    3 ...                         2  3'/
        Bersabdalah, ya....Tu han.
o   U  :    1 ...                6.     1    21    1'//
        Hamba-Mu men   de-ngar-kan.
o   P1:    3 ...                       12   3'/
        Datanglah, Roh....Ku  dus.
o   U  :    1 ...                 6.     1    21   1'//
        Penuhilah ha- ti      u   mat-Mu
o   P1:    3 ...                                12 3'/
        Engkau hadir di sini, ya Al lah
o   U  :    1 ...                     6.   1     21   1'//
        Engkau hadir di  te ngah ka-  mi

12. BACAAN PERTAMA (duduk)
Hendaknya lektor maju menuju depan altar, kemudian menunduk penuh khidmat atau berlutut apabila ada sakramen Mahakudus, kemudian berjalan menuju mimbar
  Lihat Di Buku Ibadat

13. MAZMUR TANGGAPAN / LAGU ANTAR BACAAN (duduk)

Pemazmur menyayikan atau mengucapkan mazmur sambil berdiri pada mimbar atau ditempat yang pantas
Mazmur Tanggapan >> Lihat Di Buku Ibadat
Atau boleh diganti dengan lagu antar bacaan

14. ALLELUYA/BAIT PENGANTAR INJIL (berdiri)

P2 menuju mimbar diiringi oleh pelayan-pelayan dengan membawa lilin menyala yang diambil dari sakristi. Kemudian P2 mennyayikan Alleluya / Bait Pengantar Injil. Rerfren Alleluya dapat dilihat di buku; MB no. 867 – 964 / Refren BPI masa prapaskah; MB no. 965 – 966
  Lihat Di Buku Ibadat

15. BACAAN INJIL (berdiri)

Bacaan Injil dibacakan oleh P2. Pada saat mengajak umat, Tangan P2 terkatup
  Lihat Di Buku Ibadat

16. HOMILI / KHOTBAH (duduk)

Homili disampaikan oleh P2

17. SYAHADAT (berdiri)

P1 mengajak umat membaharui imannya dengan mengucapkan syahadat Para rasul
o           P1:   Saudara sekalian, marilah menanggapi Sabda Tuhan dengan mengucapkan Syahadat Para Rasul.
o           P1:   Aku Percaya…….
o           PU:   akan Allah, Bapa yang Maha kuasa Pencipta langit dan bumi dan akan Yesus Kristus, putraNya yang tunggal, Tuhan kita. Yang dikandung dari roh kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria, Yang menderita sengsara, dalam pemerintahan Pontius Pilatus. disalibkan, wafat dan dimakamkan, Yang turun ke tempat penantian, pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati. Yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah bapak yang maha kuasa. Dari situ ia akan datang mengadili orang hidup dan mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja katolik yang Kudus, Persekutuan para Kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, kehidupan yang kekal, Amin.

18. DOA UMAT (berdiri)

Pengantar dan penutup doa umat disampaikan oleh P1. Ujud-ujud doa dibawakan oleh petugas.
  Lihat Di Buku Ibadat

19. PERSEMBAHAN / KOLEKTE (duduk)

Pengumpulan kolekte diiringi lagu yang memadai misalnya; MB no. 456, 528, 529 atau 621, 624, 681, 683, 684, 703 dsb. Kolekte umat diletakkan di depan mimbar

20. DOA PUJIAN (berdiri)

Sesudah kolekte, pemandu/pengantar (P1 dan P2) membawa doa pujian sambil berdiri di depan umat, menghadap ke alter dan umat berdiri dan setiap kali menyayikan aklamasi bersama-sama
  Lihat Di Buku Ibadat

21. KUDUS (berdiri)

Kudus merupakan kelanjuta dari Doa pujian, dapat di Ucapkan atau diNyayikan. Lagu kudus diganti dengan lagu pujian / lagu shukur, misalnya: MB 206, MB 207, dll. Berikut yang diucapkan:
o           PU:   Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan Allah segala Kuasa Surga dan Bumi penuh kemuliaan-Mu, terpujilah engkau di Surga, terberkatilah yang datang atas nama Tuhan, terpujilah Engkau di surga.

22. BAPA KAMI (berdiri)

o           P1:   Saudara-saudari, pada perayaan ini kita tidak menyambut komuni kudus, maka bersama dengan saudara-saudari se-paroki yang menyambut komuni, marilah menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita.
(Hening sejenak)
o           P1:   Atas petunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa
o           P1:   Bapa Kami…………….
o           U  :   yang ada disurga, dimuliakanlah namaMu, datanglah kerajaanMu. Jadilah kehendakmu, Di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rejeki pada hari ini, Dan ampunilah kesalahan kami, seperti kamupun mengampuni yang bersalah kepada kami, dan janganlah masukkan kami ke dalam percobaan, Tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Amin.

23. SALAM DAMAI (berdiri)

o    P2:   Marilah kita saling memberikan salam damai
Bisa sambil dinyayikan “salam damai” umat bersalaman / berjabat tangan satu sama lain yang terdekat

24. DOA KOMUNI BATIN (Berlutut/duduk)

Pemandu/Pengantar
o           P1:   Saudara-saudari terkasih, Yesus bersabda, "Kamu memang sudah bersih karena Firman yang telah Kukatakan kepadamu.Tinggallah di dalam Aku dan Aku di dalam kamu.Sama seperti ranting tidak dapat berbuah dari dirinya sendiri, kalau ia tidak tinggal pada pokok anggur, demikian juga kamu tidak berbuah,jikalau kamu tidak tinggal di dalam Aku. Oleh karena itu, marilah kita duduk dalam keheningan untuk menyatukan diri dengan Tuhan yang kini hadir di sini bersama kita. Berbicaralah dengan Dia dari hati ke hati dengan mengatakan:
o           P2:   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
o           U  :   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
o           P2:   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
o           U  :   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
o           P2:   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
o           U  :   Yesus, datanglah, dan tinggallah dalam hatiku. Jadikanlah hatiku seperti hati-Mu.
P1:   Bapak/Ibu/Sdr/Sdri yang terkasih, marilah kita mengucapkan doa tiga kali salam maria bersama-sama
PU:   Salam Maria penuh rahmat Tuhan Sertamu...

25. PENGUMUMAN (duduk)

Petugas membawakan pengumuman yang singkat, jelas, dan seperlunya, baik yang berasal dari paroki maupun dari stasi yang bersangkutan. Dapat pula disampaikan pesan-pesan moral bagi umat untuk disikapi bersama sebagai umat kristiani
o    P1:   Marilah kita mendengarkan beberapa pengumuman

26. AMANAT PERUTUSAN (duduk)

P2:   Lihat Di Buku Ibadat

27. DOA PENUTUP (berdiri)

P1 menyiapkan doa penutup
P1:   Lihat Di Buku Ibadat

28. BERKAT PENUTUP (berdiri)

o           P2:   Saudara-saudari terkasih, sebelum mengakhiri perayaan ini marilah kita menundukkan kepala, memohon berkat Tuhan
Hening sejenak
o           P1:   Tuhan beserta kita
o           U  :   Sekarang dan selama-lamanya
o           P1:   Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita terhadap dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal
o           U  :   Amin
o           P1:   dalam nama Bapa, Putera, dan Roh Kudus
o           U  :   Amin
o           P2:   Saudara / I sekalian, Perayaan sabda pada hari minggu ini sudah selesai…..
o           U  :   Syukur kepada Allah

29. PENGUTUSAN (berdiri)

o    P1:   Marilah kita pergi, untuk mewartakan kasih dan pengampunan
o    U  :   Amin

30. PERARAKAN KELUAR (berdiri)

Pemimpin / Pemandu ibadat dan para pelayan berarak meninggalkan pelataran suci. sementara itu dapat dinyayikan lagu penutup.