Thursday, May 17, 2018

KISAH SENGSARA JUMAT AGUNG TAHUN B

KISAH SENGSARA
JUM’AT AGUNG
TAHUN B

Yoh. 18:1-19:42
N            Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus menurut Yohanes:
            Seusai perjamuan Paskah, keluarlah Yesus dari ruang per­jamuan bersama dengan murid-murid-Nya, dan mereka pergi ke seberang Sungai Kidron. Di situ ada suatu taman. Yesus masuk ke taman itu bersama dengan murid-murid­Nya. Yudas yang mengkhianati Yesus tahu juga tempat itu, karena Yesus sering berkumpul di situ dengan murid­-muridNya. Maka, datanglah juga Yudas ke situ bersama sepasukan prajurit dan penjaga-penjaga Bait Allah yang disuruh oleh imam-imam kepala dan orang-orang Farisi. Mereka datang lengkap dengan lentera, suluh, dan senjata. Yesus tahu semua yang akan menimpa diri-Nya. Maka, la maju ke depan dan berkata kepada mereka,
†          "Siapakah yang kamu cari?"
N            Jawab mereka,
SO       "Yesus dari Nazaret!"
N            Kata Yesus kepada mereka,
†          "Akulah. Dia."
N            Yudas yang mengkhianati Yesus berdiri juga di situ bersama‑sama mereka. Ketika Yesus berkata kepada mereka 'Akulah Dia,' mundurlah mereka, dan jatuh ke tanah. Maka, Yesus bertanya pula,
†          "Siapakah yang kamu cari?"
N            Jawab mereka,
SO       "Yesus dari Nazaret!"
N            Jawab Yesus,
†          "Telah Kukatakan kepadamu, Akulah Dia. Jika Aku yang kamu, cari, biarkanlah mereka ini pergi."
N         Demikianlah terjadi supaya genaplah Firman yang telah dikatakanNya: Dari mereka yang Engkau serahkan kepada-Ku, tidak seorang pun yang Kubiarkan hilang. Lalu Simon Petrus, yang membawa pedang, menghunus pedang dan menetakkannya kepada hamba Imam Agung dan memutuskan telinga kanannya. Nama hamba itu Malkhus. Kata Yesus kepada Petrus,
†          "Sarungkanlah pedangmu itu! Bukankah Aku harus minum cawan yang diberikan Bapa kepada-Ku?"
N        Maka para prajurit serta perwiranya, dan penjaga-penjaga yang disuruh orang Yahudi itu menangkap Yesus dan membelenggu Dia. Lalu mereka membawa Yesus mula‑mula kepada Hanas, karna Hanas adalah mertua Kayafas, yang pada tahun itu menjadi Imam Agung; dan Kayafaslah yang telah menasihatkan kepada orang-orang Yahudi: Adalah lebih berguna jika satu orang mati untuk seluruh bangsa. Simon Petrus dan seorang murid lain mengikuti Yesus. Murid itu mengenal Imam Agung, dan ia masuk ke halaman istana Imam Agung itu. Tetapi Petrus tinggal di luar dekat pintu. Maka, murid lain tadi, yang mengenal Imam Agung, kembali keluar, bercakap-cakap dengan perempuan penjaga pintu, lalu membawa Petrus masuk. Maka, kata perempuan penjaga pintu itu kepada Petrus,
W        "Bukankah engkau juga murid orang itu?"
N         Jawab Petrus,
Ptr      "Bukan!"
N         Sementara itu hamba-hamba dan para penjaga Bait Allah telah memasang api arang, sebab hawa dingin waktu itu, dan mereka berdiri berdiang di situ. Petrus pun berdiri berdiang bersama-sama dengan mereka. Maka, mulailah Imam Agung menanyai Yesus tentang para murid dan tentang ajaran-Nya. Jawab Yesus kepadanya,
†           "Aku berbicara terus terang kepada dunia! Aku selalu mengajar di rumah-rumah ibadat dan di Bait Allah tempat semua orang Yahudi berkumpul; Aku tidak pernah berbicara sembunyi-sembunyi. Mengapakah engkau menanyai Aku? Tanyailah mereka, yang telah mendengar apa yang Kukatakan kepada mereka; sungguh, mereka tahu apa yang telah Kukatakan."
N         Ketika Yesus berkata demikian, seorang penjaga yang ber­diri di situ menampar muka Yesus sambil berkata,
S          "Begitukah jawab-Mu kepada Imam Agung?"
N            Jawab Yesus kepadanya,
†          "Jikalau kata-Ku itu salah, tunjukkanlah salahnya, tetapi jikalau benar, mengapa engkau menampar Aku?"
N            Lalu Hanas mengirim Yesus terbelenggu kepada Kayafas, Imam Agung. Simon Petrus masih berdiri berdiang. Kata orang-orang di situ kepadanya,
R          "Bukankah engkau juga seorang murid Yesus?"
N            Petrus menyangkalnya, katanya,
Ptr      "Bukan!"
N            Salah seorang hamba Imam Agung, keluarga dari hamba yang telinganya dipotong Petrus, berkata kepadanya,
R          "Bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Yesus?"
N         Maka Petrus menyangkal lagi dan ketika itu berkokok­lah ayam. Keesokan harinya mereka membawa Yesus dari istana Kayafas ke gedung pengadilan. Ketika itu hari masih pagi. Mereka sendiri tidak masuk ke gedung pengadilan itu supaya jangan menajiskan diri sebab mereka hendak makan Paskah. Sebab itu Pilatus keluar mendapatkan me­reka dan berkata,
PP       "Apakah tuduhanmu terhadap orang ini?"
N            Jawab mereka kepadanya,
SO       "Jikalau Ia bukan penjahat, kami tidak menyerahkan-Nya kepadamu!"
N            Kata Pilatus kepada mereka,
PP       "Ambillah Dia, dan hakimilah Dia menurut Hukum Taurat­mu!"
N            Kata orang-orang Yahudi itu,
SO       "Kami tidak diperbolehkan membunuh seseorang."
N            Demikianlah terjadi supaya genaplah Firman Yesus yang dikatakannya untuk menyatakan bagaimana Ia akan mati. Maka, kembalilah Pilatus ke dalam gedung pengadilan, lalu memanggil Yesus dan bertanya kepada-Nya,
PP       "Engkau inikah raja orang Yahudi?"
N            Jawab Yesus,
†          "Dari hatimu sendirikah engkau katakan hal itu? Atau ada­kah orang lain yang mengatakan kepadamu tentang Aku?"
N            Kata Pilatus,
PP       "orang Yahudikah aku? Bangsa-Mu sendiri dan imam-imam kepala telah menyerahkan Engkau kepadaku. Apakah yang telah Engkau perbuat?"
N            Jawab Yesus,
†          "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini! Jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku sudah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi. Akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini!"
N         Maka kata Pilatus kepada-Nya,
PP       "Jadi Engkau adalah raja."
N            Jawab Yesus,
†          "Seperti yang kaukatakan, Aku adalah raja! Untuk itulah Aku lahir, dan untuk itulah Aku datang ke dunia ini, yakni untuk memberi kesaksian tentang kebenaran; setiap orang yang berasal dari kebenaran mendengarkan suara-Ku."
N            Kata Pilatus kepada-Nya,
PP       "Apakah kebenaran itu?"
N         Sesudah mengatakan demikian, Pilatus keluar lagi mendapatkan orang-orang Yahudi, dan berkata kepada mereka,
PP       "Aku tidak mendapati kesalahan apa pun pada-Nya. Tetapi padamu ada kebiasaan, bahwa pada Hari Raya Paskah aku membebaskan seorang bagimu. Maukah kamu, supaya aku membebaskan raja orang Yahudi ini bagimu?"
N         Mereka pun berteriak,
SO       "Jangan Dia, melainkan Barabas!"
N            Barabas adalah seorang penyamun. Lalu Pilatus mengambil Yesus dan menyuruh orang menyesah Dia. Prajurit-prajurit menganyam sebuah mahkota duri, dan menaruhnya di atas kepala Yesus. Mereka mengenakan jubah ungu pada-Nya, dan sambil maju ke depan mereka berkata,
S             "Salam, hai raja orang Yahudi!"



N         Demikianlah terjadi supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci: Mereka membagi-bagi pakaian-Ku di antara mereka, dan membuang undi atas jubah-Ku. Hal itu telah di­lakukan oleh prajurit-prajurit itu. Di dekat salib Yesus ber­dirilah ibu Yesus dan saudara ibu-Nya, Maria, istri Kleopas dan Maria Magdalena. Ketika Yesus melihat ibu-Nya dan murid yang Ia kasihi di samping-Nya, berkatalah Ia kepada ibu-Nya,
          "Ibu, inilah anakmu!"
N           Dan kemudian kata-Nya kepada murid itu,
†          "Inilah ibumu!"
N         Dan sejak saat itu murid itu menerima Maria di dalam rumahnya. Sesudah itu, karena Yesus tahu bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia — supaya genaplah yang ada tertulis dalam Kitab Suci,
         "Aku haus!"
N         Di situ ada suatu buli-buli penuh anggur asam. Maka, me­reka mencucukkan bunga karang pada sebatang hisop, mencelupkannya dalam anggur asam itu, lalu mengunjuk­kannya ke mulut Yesus. Sesudah meminum anggur asam itu, berkatalah Yesus,
          "Sudan selesai!"
N           Lalu Yesus menundukkan kepala dan menyerahkan nyawa­Nya.

(Semua berlutut dan diam sejenak)
N         Karena hari itu adalah hari persiapan Paskah, dan supaya pada hari Sabat mayat-mayat itu tidak tinggal tergantung pada kayu salib — sebab Sabat itu adalah hari yang besar — maka datanglah orang-orang Yahudi kepada Pilatus dan meminta kepadanya supaya kaki orang-orang itu di­patahkan, dan mayat-mayatnya diturunkan. Maka, datanglah prajurit-prajurit, lalu mematahkan kaki orang yang pertama dan kaki orang yang lain yang disalibkan bersama-sama dengan Yesus. Tetapi ketika mereka sampai kepada Yesus dan melihat bahwa Ia telah mati, mereka tidak mematahkan kaki-Nya. Tetapi seorang dari antara prajurit itu menikam lambung Yesus dengan tombak, dan segera mengalirlah darah serta air keluar. Dan orang yang melihat sendiri hal itu yang memberi kesaksian ini,  dan benarlah kesaksiannya. Dan ia tahu bahwa ia mengatakan kebenaran, supaya kamu juga percaya. Sebab hal itu terjadi, supaya genaplah Yang tertulis di dalam Kitab Suci: Tidak ada tulang-Nya Yang akan  dipatahkan; dan nas lain Yang mengatakan: Mereka akan memandang Dia yang telah mereka tikam. Sesudah itu Yusuf dari Arimatea, (Yusuf ini adalah seorang murid Yesus, tetapi sembunyi-sembunyi karena takut kepada orang-orang Yahudi) meminta kepada Pilatus., supaya ia diperbolehkan menurunkan jenazah Yesus. Pilatus meluluskan permintaan Yusuf. Maka, datanglah Yusuf dan menurunkan jenazah Yesus. Juga Nikodemus datang di situ. Dialah Yang dulu datang malam-malam kepada Yesus. Ia membawa campuran minyak mur dengan minyak gaharu, kira-kira lima puluh kati beratnya. Mereka mengambil jenazah Yesus, mengafaninya dengan kain lenan dan membubuhinya dengan rempah-rempah menurut adat pemakaman orang Yahudi. Di dekat tempat Yesus disalibkan itu ada suatu taman, dan dalam taman itu ada suatu kubur baru yang di dalamnya belum pernah dimakamkan seseorang. Karena hari itu hari persiapan Paskah orang Yahudi, sedang kubur itu tidak jauh letaknya, maka mereka membaringkan jenazah Yesus di situ.

            Demikianlah Sabda Tuhan.
U         Terpujilah Kristus.


Keterangan:
N         : Narator
†          : Yesus
PP       : Pontius Pilatus
Ptr       : Petrus
Rs        : Para Rasul/murid
Im       : Imam Agung
S          : Serdadu
R          : Wakil Rakyat
W        : Wanita
SO       : Semua Orang

No comments:

Post a Comment