Thursday, May 17, 2018

KISAH SENGSARA MINGU PALMA TAHUN B


KISAH SENGSARA MINGU PALMA
TAHUN B

D       Inilah Kisah Sengsara Tuhan kita Yesus Kristus ka­rangan Santo Markus (15:1-39 singkat).
D       Pagi-pagi benar imam-imam kepala, pemuka-pemu­ka rakyat, ahli-ahli kitab dan segenap mahkamah agung mengambil keputusan. Yes us diikat, lalu digi­ring keluar dan diserahkan kepada Pilatus. Pilatus bertanya:
P       Benarkah Engkau Raja orang Yahudi?
      Memang benar.
D       Imam-imam kepala mengemukakan banyak tuduhan terhadap-Nya. Pilatus bertanya lagi:
P       Tidakkah Engkau menjawab? Betapa banyak tuduh­an mereka terhadap-Mu.
D       Tetapi Yesus tidak menjawab lagi, sehingga Pilatus sangat heran. Biasanya pada hari raya Pilatus mele­paskan seorang tahanan seturut pilihan mereka. Ketika itu ada seorang tahanan bernarna Barabas, yang ditahan bersama pemberontak lainnya. Dalam Pemberontakan ia telah membunuh. Rakyat datang menghadap dan meminta supaya Pilatus menjalankan kebiasaan itu. Pilatus menjawab dan berkata:
P       Maukah kamu kulepaskan Raja orang Yahudi?
D       Ia mengetahui bahwa imam agung telah menyerahkan Yesus karena iri hati. Tetapi imam-imam kepala menghasut rakyat, supaya meminta agar Barabas dilepaskan. Pilatus menjawab:
P       Kalau begitu, apa yang harus kuperbuat terhadap Raja orang Yahudi?
D       Mereka berteriak:                                                                                                                                                                                  ;
S       Salibkanlah Dia!
D         Tetapi Pilatus berkata kepada mereka:
P       Kesalahan apa yang telah dibuat-Nya?
D         Mereka semakin berteriak:
S       Salibkanlah Dia!
D         Maka Pilatus yang ingin mengambil hati rakyat, melepaskan Barabas bagi mereka, sedang Yesus diserahkannya untuk didera dan kemudian disalibkan.
D       Serdadu-serdadu membawa Yesus masuk ke dalam halaman istana, lalu mengumpulkan seluruh pasukan. Mereka mengenakan padaNya sehelai mantol jingga, menganyam sebuah mahkota duri dan meletakkannya pada kepala Yesus. Mereka pun memberi salam kepada-Nya:
T       Salam, hai Raja orang Yahudi. r
D       Sesudah itu mereka memukul kepala-Nya dengan sebatang buluh, meludahi-Nya dan berlutut memberi hormat kepada-Nya. Setelah mengolok-olok Dia, mereka menanggalkan mantol jingga itu dan mengenakan pada-Nya pakaianaNya sendiri, lalu menggiring-Nya ke luar untuk disalibkan.



D       Ketika itu lewatlah seorang bernama Simon, orang Kirene, bapak dari Aleksander dan Rufus. Dia baru datang dari luar kota. Mereka memaksa dia memikul salib Yesus. Dan Yesus digiring sampai ke tempat bernama Golgota, yang berarti tempat tengkorak. Yesus diberi minum anggur bercampur mur, tetapi Ia tidak mau. Lalu mereka menyalibkan-Nya dan membagi-bagi pakaian-Nya dengan membuang un­di. Pukul Sembilan pagi mereka menyalibkan Dia. Alasan hukuman-Nya yang ditulis berbunyi: Raja orang Yahudi. Bersama Dia disalibkan pula dua orang penyamun, seorang di sebelah kanan dan se­orang di sebelah kiri. Maka terpenuhilah sabda Ki­tab Suci: Ia terhitung di antara orang-orang jahat.
D         Orang-orang yang lewat di situ menghojat Yesus. Sambil menggeleng-gelengkan kepala mereka berka­ta:
R       Hai Engkau, — yang merombak kenisah Allah —dan mendirikannya dalam tiga hari, — selamatkan­lah diri-Mu dan turunlah dari salib.
D         Imam-imam kepala juga mengolok-olok-Nya dan berkata seorang kepada yang lain:
R       Orang lain diselamatkan-Nya, — tetapi diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan. — Hendaklah Kristus, Raja Israel itu, — turun dari salib sekarang, — agar kita lihat dan kita percaya.
D         Juga kedua orang yang disalibkan bernama Yesus menghinakan Dia.
D       Mulai pukul dua belas Siang sampai pukul tiga sore seluruh negeri diliputi kegelapan. Pukul tiga Yesus berseru dengan suara nyaring:
       Eloi, Eloi, lamma sabachtani?
D             Yang berarti:
       Allah, ya Allah-Ku, mengapa Engkau rneninggalkan Daku?
D             Beberapa  dari hadirin yang mendengar itu berkata:
R       la memanggil Elia.
D         Maka seseorang segera datang mencelupkan bunga karang ke dalam cuka, mencocokkannya pada sebatang buluh, dan memberi Yesus minum sambil ber­kata:
R       Tunggu, — kita lihat saja, — apa Elia datang menu­runkan-Nya.
D       Akan tetapi Yesus berseru dengan suara nyaring, lalu wafat.

Semua berlutut dan diam sejenak
D             Maka tirai kenisah tercarik dua, dari atas sampai kebawah. Ketika kepala pasukan, yang berdiri di depan salib menyaksikan Yesus wafat sambil berseru,ia pun berkata:
T       Sungguh orang ini Putera Allah!
D             Demikianlah sabda Tuhan.
U             Terpujilah Kristus.

No comments:

Post a Comment